Tentang Kami

Filosofi Desa Senduro, Lumajang berpusat pada simbiosis budaya, spiritualitas, dan toleransi antar agama, menjadikannya "Kampung Pancasila" miniatur Indonesia, dengan penekanan kuat pada harmoni komunal, gotong royong, dan penghormatan terhadap leluhur yang tercermin dari keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung yang berdampingan dengan masjid dan gereja, serta situs cagar budaya seperti Situs Selogending, yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan keharmonisan di tengah keberagaman. 

Pilar Filosofi Desa Senduro :

1. Kerukunan dan Toleransi Beragama (Manunggal):


●  Masyarakatnya hidup berdampingan dengan damai dari berbagai agama (Hindu, Kristen, Islam, dll.).

●  Saling bantu-membantu saat ada hajatan atau kematian, sesuai keyakinan masing-masing.

●  Rumah ibadah (Masjid, Gereja, Pura) berdiri berdekatan, menjadi simbol moderasi beragama


2. Spiritualitas dan Penghormatan Leluhur:


●  Keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung (pura tertua di Indonesia dan se asia tenggara) menunjukkan kuatnya spiritualitas Hindu dan kearifan lokal.

●  Situs Selogending (batu-batu kuno) menjadi tempat ritual dan pemujaan leluhur, melambangkan hubungan dengan alam dan nenek moyang.

●  Gunung Semeru dipercaya sebagai kekuatan spiritual yang melindungi.


3. Gotong Royong dan Kekeluargaan:


●  Semangat "satu keluarga besar" mendorong warga untuk menjaga kerukunan dan membantu sesama tanpa memandang perbedaan.

●  Ini mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.


4. Kekayaan Budaya dan Kerajinan:


●  Sentra kerajinan tangan seperti anyaman bambu dan batik tulis lokal, di mana motif dan tekniknya menyimpan filosofi budaya. 

Simbol dan Bukti Filosofi:

■ Kampung Pancasila : Julukan ini disematkan karena nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan tulisan Pancasila ada di pojok-pojok jalan.

■ Pura Mandara Giri Semeru Agung : Simbol harmoni dan spiritualitas Hindu yang menyatu dengan lingkungan sekitar.

■ Situs Selogending : Memperlihatkan kepercayaan kuno dan cara leluhur berinteraksi dengan alam. 


Intinya, Desa Senduro mengajarkan bagaimana keberagaman bisa menjadi kekuatan, bukan perpecahan, dengan berakar pada nilai-nilai luhur, spiritualitas, dan kebersamaan.