Menjaga Bhinneka di Kaki Semeru
- May 21, 2026
- DESA SENDURO
Menjaga Bhinneka di Kaki Semeru, Cerita Toleransi dari Kampung Pancasila Senduro
Lumajang, - Udara sejuk lereng Gunung Semeru menyambut setiap orang yang datang ke Dusun II Sumberejo, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Di dusun inilah harmoni dalam keberagaman tumbuh dan dirawat oleh warganya sehari-hari.
Dusun kecil tersebut kini dikenal sebagai Kampung Pancasila, sebuah kawasan yang dihuni warga dengan latar belakang agama berbeda namun tetap hidup berdampingan secara damai dan rukun.
Di tengah perbedaan keyakinan itu, masyarakat tetap menjaga tradisi gotong royong yang telah lama menjadi budaya bersama.
Kepala Desa Senduro Farid Rahman mengatakan, di Dusun II Sumberejo terdapat sekitar 20 keluarga pemeluk agama Hindu, tiga keluarga beragama Kristen, dan sekitar 180 keluarga beragama Islam.
“Keyakinan penduduk dalam satu kampung ini memang berbeda, tapi semua tetap hidup rukun dan guyub,” kata Farid, Rabu (20/5/2026).
Menurut Farid, keragaman di Kampung Pancasila justru menjadi kekuatan untuk mempererat solidaritas sosial antarwarga. Nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Potret toleransi itu terlihat dalam berbagai kegiatan sosial maupun keagamaan warga. Saat kegiatan Jumat Berkah misalnya, warga nonmuslim turut membantu memberikan sumbangan.
Sebaliknya, ketika ada kegiatan di gereja maupun di Pura Mandagiri, warga lainnya ikut terlibat membantu persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Gotong royong dan toleransi di kampung ini tetap terjaga. Di sini umat Kristiani dan pemeluk agama Hindu turut membantu menyumbang. Begitu juga ada kegiatan di gereja ataupun di Pura Mandagiri, warga turut membantu,” katanya.
Tak hanya dalam aktivitas sosial, harmoni itu tercermin dari keberadaan rumah ibadah yang berdiri berdampingan di dusun tersebut. Masjid, gereja, dan pura menjadi simbol nyata kehidupan masyarakat yang saling menghormati.
Farid menyebut, warga terus membangun kesadaran bersama untuk menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Kita selalu guyub rukun untuk bergotong royong dan menumbuhkan semangat Pancasila,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Sumberejo Edi berharap Kampung Pancasila bisa menjadi inspirasi sekaligus daya tarik bagi masyarakat luar untuk datang dan belajar tentang toleransi.
“Harapannya masyarakat punya kesadaran penuh membangun kerukunan beragama, bergotong royong, hidup berdampingan, dan membangun semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam bertetangga,” kata Edi.