Kambing Senduro Jadi Harta Genetik Indonesia

  • May 25, 2026
  • DESA SENDURO

Dikenal di 33 Negara, Kambing Senduro Jadi Harta Genetik Indonesia

Senduro, - Nama kambing Senduro tidak hanya dikenal di Indonesia. Ras kambing asal Lumajang, Jawa Timur, itu disebut telah dikenal di 33 negara sebagai salah satu kambing unggulan asal Indonesia.

Popularitas kambing Senduro tak lepas dari sejumlah keunggulannya. Selain memiliki postur besar dengan bobot mencapai 150 kilogram dalam usia dua tahun, kambing ini juga menghasilkan susu berkualitas tinggi hingga dua liter per hari.

Kambing Senduro sendiri merupakan hasil persilangan kambing ras Jamnapari asal India dengan kambing Menggolo, kambing lokal asli Lumajang. 

Persilangan tersebut dilakukan pada masa awal kemerdekaan Indonesia saat Presiden pertama RI, Soekarno, mendatangkan kambing ras India untuk mendukung pembangunan peternakan nasional.

Dari penelitian sejumlah akademisi, kandungan gizi susu kambing Senduro disebut lebih baik dibanding susu sapi maupun susu kambing jenis lainnya.

Saat ini, produksi susu kambing Senduro di Lumajang mencapai rata-rata tiga ton per hari. Jumlah kambing perah tercatat sekitar 3.000 ekor.

Salah seorang peternak kambing Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Lukman, mengatakan kualitas kambing Senduro membuat banyak pihak dari luar negeri tertarik.

“Menurut informasi yang saya dapat dari akademisi kampus, kambing Senduro itu sudah dikenal di 33 negara,” katanya, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, tingginya minat pasar luar negeri pernah membuat banyak kambing Senduro terbaik dibawa ke luar Indonesia.

Lukman menuturkan, pada kisaran tahun 2000-an, pengusaha asal Malaysia rutin membeli kambing Senduro untuk dikembangbiakkan di negaranya.

“Warga sukarela melepas karena harga yang ditawarkan juga jauh lebih tinggi dibanding harga pasar lokal,” ujarnya.

Sebelum pembelian dilakukan, pengusaha Malaysia disebut lebih dulu menerjunkan tim lapangan untuk memverifikasi mutu kambing Senduro.

“Hasilnya selama dua tahun, sebanyak 500 ekor kambing setiap tiga bulan sekali dibawa ke Malaysia. Semuanya kambing Senduro terbaik,” tuturnya.

Tidak hanya Malaysia, sejumlah pengusaha peternakan asal Timur Tengah juga sempat mengincar kambing Senduro Lumajang.

“Yang terakhir sekitar tahun 2020, ada 150 ekor kambing Senduro rencana diterbangkan ke Abu Dhabi. Tapi gagal karena perizinannya belum lengkap,” katanya.

Masifnya penjualan kambing unggulan ke luar negeri sempat membuat peternak lokal mengalami krisis bibit berkualitas.

Dari situ muncul kesadaran peternak untuk tidak lagi melepas kambing indukan terbaik.
“Setidaknya kami tidak lagi melepas kambing induk, tapi lebih ke anak-anak kambing,” jelasnya.