Keripik Pare Viral!! Pahit Hilang, Cuan Datang

  • Jun 02, 2026
  • DESA SENDURO

Dari Sayuran Pahit Menjadi Camilan Favorit, Kisah Keripik Pare NaRan dari Lereng Semeru

Desa Senduro, - Di tangan Nur Sulihati, pare yang selama ini identik dengan rasa pahit justru berubah menjadi camilan renyah yang digemari banyak orang. 

Berawal dari kebingungan mengolah hasil panen di Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, perempuan yang akrab disapa Hana itu kini sukses mengembangkan usaha Keripik Pare NaRan yang menjangkau pasar lebih luas.

Dea Senduro dikenal sebagai salah satu sentra pertanian sayuran di Kabupaten Lumajang. Berada di kawasan lereng Gunung Semeru yang berhawa sejuk, wilayah ini menghasilkan berbagai komoditas hortikultura, termasuk pare yang tumbuh subur hampir sepanjang tahun.

Bagi sebagian orang, pare mungkin hanya dikenal sebagai sayuran dengan rasa pahit yang tidak selalu disukai. Namun bagi Hana, pare justru menyimpan peluang usaha yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Ide membuat keripik pare muncul secara sederhana. Saat itu, ia memiliki hasil panen pare yang cukup banyak dan mulai berpikir bagaimana cara mengolahnya agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Awalnya dulu cuma panen aja karena sudah terlanjur nanam. Selanjutnya mikir enaknya diapain,” kata Hana, Selasa (2/6/2026).

Sebelumnya, pare di rumahnya lebih sering diolah menjadi menu masakan sehari-hari seperti oseng atau sambal goreng. Namun rasa penasaran mendorongnya mencoba sesuatu yang berbeda. 

Ia mengiris pare tipis-tipis, memberi bumbu, lalu menggorengnya hingga kering dan renyah.
Hasilnya di luar dugaan. Keripik pare buatannya justru disukai seluruh anggota keluarga.

“Setelah saya menggoreng menjadi keripik, ternyata satu rumah doyan semua. Berarti bisa diterima lidah,” katanya.

Dari dapur rumah sederhana itulah lahir Keripik Pare NaRan. Awalnya hanya untuk konsumsi keluarga dan dibagikan kepada kerabat dekat. Namun respons positif dari orang-orang di sekitarnya membuat Hana semakin yakin untuk mengembangkan usaha tersebut.

Pada 2023, ia mulai merintis usaha secara lebih serius. Dengan mengandalkan bahan baku lokal dan proses produksi rumahan, Keripik Pare NaRan perlahan mendapatkan tempat di hati konsumen.

Saat ini produknya dipasarkan dalam kemasan 100 gram dengan harga Rp12 ribu per bungkus. Usahanya berlokasi di depan Pasar Agropolitan, Dusun 5 Tempuran RT 01 RW 19, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.